Category: Berita Utama

  • Raih Penghargaan Terbaik Kompolnas Awards 2026, Kapolda Sumsel: Hasil Kerja Keras dan Kolaborasi

    Raih Penghargaan Terbaik Kompolnas Awards 2026, Kapolda Sumsel: Hasil Kerja Keras dan Kolaborasi

     

    JAKARTA Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan membuktikan bahwa sinergi, dedikasi, dan kerja ikhlas mampu membawa institusi ke puncak prestasi. Mengedepankan kolaborasi lintas sektoral dan pelayanan yang berdampak nyata, Polda Sumsel sukses menyabet penghargaan bergengsi sebagai Polda Terbaik dalam ajang Kompolnas Awards 2026. Penghargaan tersebut dianugerahkan pada malam puncak apresiasi di Sari Pasifik Hotel, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

    Kemenangan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja keras yang terukur dan berkesinambungan. Dalam proses penilaiannya, Polda Sumsel membuktikan keunggulannya melalui empat kata kunci utama, yakni validitas data, inovasi, dampak, dan keberlanjutan. Seluruh program strategis tersebut juga dipetakan secara komprehensif melalui kerangka 5P, yaitu People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.

    Menyikapi capaian membanggakan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah kemenangan bersama. Mengedepankan filosofi kepemimpinan yang merakyat, ia menyadari bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri dan selalu membutuhkan kolaborasi yang kokoh dengan seluruh pemangku kepentingan.

    “Alhamdulillah, hari ini Polda Sumatera Selatan mendapatkan penghargaan dari Kompolnas Award. Ini merupakan kerja keras dari seluruh anggota, baik itu di Polda maupun di seluruh jajaran polres di wilayah Polda Sumatera Selatan. Semuanya menunjukkan bahwa dengan kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, maka akan membawa hasil yang maksimal,” ujar Kapolda.

    Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat luas atas kepercayaan yang diberikan kepada Polri. “Ini semua karena kerja keras tersebut. Terima kasih atas semuanya, terima kasih atas dukungannya. Mudah-mudahan menjadi berkat dunia dan akhirat bagi kita semuanya. Terima kasih,” tambahnya.

    Menyambung pernyataan pimpinan, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan kuatnya komitmen institusi untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen.

    “Sebagaimana yang ditekankan Bapak Kapolda, capaian ini murni merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, dan keikhlasan dari seluruh anggota beserta jajaran. Penghargaan ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus memperkokoh kolaborasi dengan masyarakat, serta memastikan setiap inovasi pelayanan yang kita bangun benar-benar memberikan solusi nyata yang dirasakan langsung oleh warga,” tegas Kombes Pol. Nandang.

    Anugerah Polda Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026 ini bukan sekadar piala pencapaian, melainkan amanah besar untuk terus merawat kepercayaan publik. Melalui kerja tim yang solid dan kolaborasi tanpa batas, Polda Sumsel berkomitmen untuk terus hadir, melayani, dan melindungi. Langkah ini sekaligus menjadi garansi nyata bahwa kepolisian akan selalu menjadi mitra sejati masyarakat dalam merawat harmoni, sejalan dengan semangat yang terus digelorakan: Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!

  • Raih Penghargaan Terbaik Kompolnas Awards 2026, Kapolda Sumsel: Hasil Kerja Keras dan Kolaborasi

    Raih Penghargaan Terbaik Kompolnas Awards 2026, Kapolda Sumsel: Hasil Kerja Keras dan Kolaborasi

     

    JAKARTA Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan membuktikan bahwa sinergi, dedikasi, dan kerja ikhlas mampu membawa institusi ke puncak prestasi. Mengedepankan kolaborasi lintas sektoral dan pelayanan yang berdampak nyata, Polda Sumsel sukses menyabet penghargaan bergengsi sebagai Polda Terbaik dalam ajang Kompolnas Awards 2026. Penghargaan tersebut dianugerahkan pada malam puncak apresiasi di Sari Pasifik Hotel, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

    Kemenangan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja keras yang terukur dan berkesinambungan. Dalam proses penilaiannya, Polda Sumsel membuktikan keunggulannya melalui empat kata kunci utama, yakni validitas data, inovasi, dampak, dan keberlanjutan. Seluruh program strategis tersebut juga dipetakan secara komprehensif melalui kerangka 5P, yaitu People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.

    Menyikapi capaian membanggakan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah kemenangan bersama. Mengedepankan filosofi kepemimpinan yang merakyat, ia menyadari bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri dan selalu membutuhkan kolaborasi yang kokoh dengan seluruh pemangku kepentingan.

    “Alhamdulillah, hari ini Polda Sumatera Selatan mendapatkan penghargaan dari Kompolnas Award. Ini merupakan kerja keras dari seluruh anggota, baik itu di Polda maupun di seluruh jajaran polres di wilayah Polda Sumatera Selatan. Semuanya menunjukkan bahwa dengan kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, maka akan membawa hasil yang maksimal,” ujar Kapolda.

    Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat luas atas kepercayaan yang diberikan kepada Polri. “Ini semua karena kerja keras tersebut. Terima kasih atas semuanya, terima kasih atas dukungannya. Mudah-mudahan menjadi berkat dunia dan akhirat bagi kita semuanya. Terima kasih,” tambahnya.

    Menyambung pernyataan pimpinan, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan kuatnya komitmen institusi untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen.

    “Sebagaimana yang ditekankan Bapak Kapolda, capaian ini murni merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, dan keikhlasan dari seluruh anggota beserta jajaran. Penghargaan ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus memperkokoh kolaborasi dengan masyarakat, serta memastikan setiap inovasi pelayanan yang kita bangun benar-benar memberikan solusi nyata yang dirasakan langsung oleh warga,” tegas Kombes Pol. Nandang.

    Anugerah Polda Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026 ini bukan sekadar piala pencapaian, melainkan amanah besar untuk terus merawat kepercayaan publik. Melalui kerja tim yang solid dan kolaborasi tanpa batas, Polda Sumsel berkomitmen untuk terus hadir, melayani, dan melindungi. Langkah ini sekaligus menjadi garansi nyata bahwa kepolisian akan selalu menjadi mitra sejati masyarakat dalam merawat harmoni, sejalan dengan semangat yang terus digelorakan: Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!

  • Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menerima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI atas kontribusi personelnya dalam mengungkap jaringan narkotika.

    Mewakili Kapolda Sumsel, Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K., menerima penghargaan tersebut dalam kegiatan Appreciation Day di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbagtim, Rabu (16/9/2026).

    Appreciation Day menjadi bentuk apresiasi kepada stakeholders yang berkontribusi dalam penanggulangan kejahatan narkotika melalui kolaborasi dan penindakan terhadap jaringan gelap secara bersama-sama.

    Sebanyak 55 personel Ditresnarkoba Polda Sumsel menerima penghargaan tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Tim Penindakan 220 Kg Ganja Kering dan 20 Hektare Ladang Ganja serta 25 personel Tim Penindakan 456 Pcs Etomidate dan 10 Butir Ekstasi.

    Kedua tim tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi sejumlah perwira, yakni AKBP G. Parlasro Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., AKBP Christopher Salohot Panjaitan, S.E., M.Si., Kompol Willy Oscar, AKBP M. Harris, S.H., M.H., dan AKP Randy Dwi Rendra Graha, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama jajaran Perwira Pertama dan Bintara.

    Mewakili Kapolda Sumsel, Kombes Pol. Yulian Perdana menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan RI melalui Kanwil Bea Cukai Sumbagtim atas penghargaan yang diberikan kepada personel Polda Sumsel.

    “Saya mewakili Bapak Kapolda Sumsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, atas penghargaan Bhakti Chandra Pratama yang diberikan kepada personel yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika,” ujar Kombes Pol. Yulian Perdana.

    Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan joint enforcement menjadi bagian penting dalam menghadapi peredaran narkotika yang tidak dapat ditangani oleh satu entitas saja. Upaya tersebut membutuhkan sinergi seluruh stakeholders dan lapisan masyarakat melalui pendekatan herd immunity policing.

    “Kolaborasi merupakan keniscayaan bagi semua pihak dalam perang melawan peredaran narkotika. Perang terhadap narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu entitas saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders serta seluruh lapisan masyarakat. Joint enforcement harus terus diperkuat dan diiringi dengan herd immunity policing, yaitu pemolisian yang mengaktifkan dan memperkuat kekebalan warga terhadap narkotika dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Palguna, S.I.K., Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Sialagan, S.I.K., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Maharbudi, S.I.K., serta jajaran penyidik Bea Cukai dan personel Polri penerima penghargaan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi capaian dan sinergi lintas instansi yang ditunjukkan Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

    “Penghargaan Bhakti Chandra Pratama ini merupakan wujud nyata pengakuan atas dedikasi dan kerja keras personel di lapangan dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika. Polri tidak bisa bekerja sendiri; kolaborasi erat dengan Bea Cukai, BNN, serta seluruh stakeholders dan elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan joint enforcement. Polda Sumsel akan terus memperkuat komitmen ini guna melindungi masyarakat Sumatera Selatan dari ancaman bahaya narkotika secara terpadu dan berkelanjutan,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

  • Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menerima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI atas kontribusi personelnya dalam mengungkap jaringan narkotika.

    Mewakili Kapolda Sumsel, Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K., menerima penghargaan tersebut dalam kegiatan Appreciation Day di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbagtim, Rabu (16/9/2026).

    Appreciation Day menjadi bentuk apresiasi kepada stakeholders yang berkontribusi dalam penanggulangan kejahatan narkotika melalui kolaborasi dan penindakan terhadap jaringan gelap secara bersama-sama.

    Sebanyak 55 personel Ditresnarkoba Polda Sumsel menerima penghargaan tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Tim Penindakan 220 Kg Ganja Kering dan 20 Hektare Ladang Ganja serta 25 personel Tim Penindakan 456 Pcs Etomidate dan 10 Butir Ekstasi.

    Kedua tim tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi sejumlah perwira, yakni AKBP G. Parlasro Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., AKBP Christopher Salohot Panjaitan, S.E., M.Si., Kompol Willy Oscar, AKBP M. Harris, S.H., M.H., dan AKP Randy Dwi Rendra Graha, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama jajaran Perwira Pertama dan Bintara.

    Mewakili Kapolda Sumsel, Kombes Pol. Yulian Perdana menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan RI melalui Kanwil Bea Cukai Sumbagtim atas penghargaan yang diberikan kepada personel Polda Sumsel.

    “Saya mewakili Bapak Kapolda Sumsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, atas penghargaan Bhakti Chandra Pratama yang diberikan kepada personel yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika,” ujar Kombes Pol. Yulian Perdana.

    Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan joint enforcement menjadi bagian penting dalam menghadapi peredaran narkotika yang tidak dapat ditangani oleh satu entitas saja. Upaya tersebut membutuhkan sinergi seluruh stakeholders dan lapisan masyarakat melalui pendekatan herd immunity policing.

    “Kolaborasi merupakan keniscayaan bagi semua pihak dalam perang melawan peredaran narkotika. Perang terhadap narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu entitas saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders serta seluruh lapisan masyarakat. Joint enforcement harus terus diperkuat dan diiringi dengan herd immunity policing, yaitu pemolisian yang mengaktifkan dan memperkuat kekebalan warga terhadap narkotika dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Palguna, S.I.K., Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Sialagan, S.I.K., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Maharbudi, S.I.K., serta jajaran penyidik Bea Cukai dan personel Polri penerima penghargaan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi capaian dan sinergi lintas instansi yang ditunjukkan Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

    “Penghargaan Bhakti Chandra Pratama ini merupakan wujud nyata pengakuan atas dedikasi dan kerja keras personel di lapangan dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika. Polri tidak bisa bekerja sendiri; kolaborasi erat dengan Bea Cukai, BNN, serta seluruh stakeholders dan elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan joint enforcement. Polda Sumsel akan terus memperkuat komitmen ini guna melindungi masyarakat Sumatera Selatan dari ancaman bahaya narkotika secara terpadu dan berkelanjutan,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

  • Polda Metro Jaya Gagas Program Orang Tua Asuh di Sekolah, Kapolda Beberkan Tujuannya

    Polda Metro Jaya Gagas Program Orang Tua Asuh di Sekolah, Kapolda Beberkan Tujuannya

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

    Bagi orang tua dan sekolah, rasa aman tidak hanya berarti memastikan anak tiba dan pulang dengan selamat. Anak-anak juga membutuhkan sosok yang mau mendengar, memahami persoalan mereka, serta membantu ketika menghadapi ajakan atau pengaruh yang dapat merugikan masa depannya.

    Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026. FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, personel kepolisian diarahkan hadir lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan. Kehadiran tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi ditujukan untuk membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

    “Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Bagi para pelajar, program ini diharapkan menghadirkan polisi sebagai sahabat yang dapat dipercaya. Personel akan memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum sekaligus membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, ataupun pengaruh yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

    Orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam pola pendampingan tersebut. Komunikasi yang terbuka diharapkan membantu setiap persoalan dikenali lebih awal sehingga dapat ditangani bersama sebelum berkembang lebih jauh.

    Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar tidak dapat dijalankan oleh kepolisian sendiri. Karena itu, personel diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

    Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, serta persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan siswa. Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pihak yang dapat dipercaya, mau mendengar, dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan yang dapat merugikan masa depannya.

  • Polda Metro Jaya gagas program Bapak Asuh perkuat perlindungan di sekolah

    Polda Metro Jaya gagas program Bapak Asuh perkuat perlindungan di sekolah

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

    Bagi orang tua dan sekolah, rasa aman tidak hanya berarti memastikan anak tiba dan pulang dengan selamat. Anak-anak juga membutuhkan sosok yang mau mendengar, memahami persoalan mereka, serta membantu ketika menghadapi ajakan atau pengaruh yang dapat merugikan masa depannya.

    Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026. FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, personel kepolisian diarahkan hadir lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan. Kehadiran tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi ditujukan untuk membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

    “Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Bagi para pelajar, program ini diharapkan menghadirkan polisi sebagai sahabat yang dapat dipercaya. Personel akan memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum sekaligus membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, ataupun pengaruh yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

    Orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam pola pendampingan tersebut. Komunikasi yang terbuka diharapkan membantu setiap persoalan dikenali lebih awal sehingga dapat ditangani bersama sebelum berkembang lebih jauh.

    Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar tidak dapat dijalankan oleh kepolisian sendiri. Karena itu, personel diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

    Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, serta persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan siswa. Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pihak yang dapat dipercaya, mau mendengar, dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan yang dapat merugikan masa depannya.

  • KI DKI dorong Polda Metro  perkuat keterbukaan informasi publik bagi jajaran Humas Polda Metro Jaya

    KI DKI dorong Polda Metro  perkuat keterbukaan informasi publik bagi jajaran Humas Polda Metro Jaya

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir
    Polda metro jaya

    JAKARTA — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di wilayah ibu kota. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang menyasar jajaran Humas serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Polda Metro Jaya.

    Upaya ini menjadi bentuk sinergi nyata antara lembaga pengawal keterbukaan informasi dan aparat penegak hukum untuk memastikan hak masyarakat dalam mengakses informasi publik terlaksana dengan baik. Melalui kolaborasi tersebut, jajaran Humas dan PPID di tingkat Kepolisian Daerah hingga Kepolisian Resor diharapkan mampu menyajikan pelayanan informasi yang transparan, akuntabel, dan responsif.

    Keterbukaan informasi di institusi kepolisian memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan publik. Dengan pengelolaan informasi yang profesional dan rasional, masyarakat dapat memperoleh akses data resmi secara akurat sekaligus meminimalkan penyebaran disinformasi di tengah publik.

    Melalui langkah proaktif ini, Komisi Informasi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada pemenuhan hak konstitusional warga negara atas informasi.

  • KI DKI dorong Polda Metro Jaya perkuat keterbukaan informasi publik

    KI DKI dorong Polda Metro Jaya perkuat keterbukaan informasi publik

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir
    Polda metro jaya

    JAKARTA — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di wilayah ibu kota. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang menyasar jajaran Humas serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Polda Metro Jaya.

    Upaya ini menjadi bentuk sinergi nyata antara lembaga pengawal keterbukaan informasi dan aparat penegak hukum untuk memastikan hak masyarakat dalam mengakses informasi publik terlaksana dengan baik. Melalui kolaborasi tersebut, jajaran Humas dan PPID di tingkat Kepolisian Daerah hingga Kepolisian Resor diharapkan mampu menyajikan pelayanan informasi yang transparan, akuntabel, dan responsif.

    Keterbukaan informasi di institusi kepolisian memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan publik. Dengan pengelolaan informasi yang profesional dan rasional, masyarakat dapat memperoleh akses data resmi secara akurat sekaligus meminimalkan penyebaran disinformasi di tengah publik.

    Melalui langkah proaktif ini, Komisi Informasi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada pemenuhan hak konstitusional warga negara atas informasi.

  • KI DKI Dorong Keterbukaan Informasi Publik di Polda Metro Jaya

    KI DKI Dorong Keterbukaan Informasi Publik di Polda Metro Jaya

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir
    Polda metro jaya

    JAKARTA — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di wilayah ibu kota. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang menyasar jajaran Humas serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Polda Metro Jaya.

    Upaya ini menjadi bentuk sinergi nyata antara lembaga pengawal keterbukaan informasi dan aparat penegak hukum untuk memastikan hak masyarakat dalam mengakses informasi publik terlaksana dengan baik. Melalui kolaborasi tersebut, jajaran Humas dan PPID di tingkat Kepolisian Daerah hingga Kepolisian Resor diharapkan mampu menyajikan pelayanan informasi yang transparan, akuntabel, dan responsif.

    Keterbukaan informasi di institusi kepolisian memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan publik. Dengan pengelolaan informasi yang profesional dan rasional, masyarakat dapat memperoleh akses data resmi secara akurat sekaligus meminimalkan penyebaran disinformasi di tengah publik.

    Melalui langkah proaktif ini, Komisi Informasi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada pemenuhan hak konstitusional warga negara atas informasi.

  • Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI, Perkuat Koordinasi Antarlembaga

    Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI, Perkuat Koordinasi Antarlembaga

     

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.